KAWITAN
Mengungkap 7 Rahasia: Samsung S26, Panggilan Satelit, dan Peluang Sukses dengan Teknologi Masa Depan
Pernahkah Anda membayangkan bisa menelepon atau mengirim pesan dari puncak gunung tertinggi, tengah lautan luas, atau bahkan di daerah terpencil yang tidak tersentuh sinyal operator seluler? Impian ini, yang dulu terdengar seperti fiksi ilmiah, kini semakin mendekati kenyataan. Dengan berbagai inovasi teknologi yang terus bermunculan, konektivitas satelit untuk perangkat genggam bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan sebuah peluang besar yang siap mengubah cara kita berkomunikasi. Pertanyaan besar yang kini sering dibicarakan adalah: bagaimana perusahaan-perusahaan besar seperti Samsung akan menanggapi tren ini? Khususnya, apakah Samsung S26 dan Panggilan Satelit: Mungkinkah? menjadi kombinasi yang akan merevolusi dunia smartphone?
Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam tentang potensi Sukses dengan Setelit Mereka dalam industri telekomunikasi modern. Kita akan membahas mengapa kemampuan panggilan satelit menjadi sangat penting, teknologi di baliknya, tantangan yang ada, dan tentu saja, mengintip rumor serta kemungkinan bahwa seri Samsung S26 akan menjadi pelopor yang mengintegrasikan fitur ini. Bersiaplah untuk memahami bagaimana masa depan komunikasi global mungkin hanya sejauh genggaman tangan Anda.
Kita akan mulai dengan memahami dasar-dasar konektivitas satelit dan mengapa ini menjadi topik hangat di dunia teknologi.
Mengenal Lebih Dekat Panggilan Satelit: Sebuah Evolusi Komunikasi
Panggilan satelit sebenarnya bukanlah hal baru. Teknologi ini sudah ada selama beberapa dekade, namun biasanya terbatas pada perangkat khusus yang besar, mahal, dan digunakan oleh kalangan tertentu seperti pelaut, penjelajah, atau pasukan militer. Fungsi utamanya adalah menyediakan jalur komunikasi di area yang tidak terjangkau oleh jaringan seluler tradisional. Namun, dengan kemajuan pesat dalam teknologi satelit dan miniaturisasi komponen, konsep ini kini dapat diterapkan pada perangkat yang lebih kecil, seperti smartphone.
Mengapa Panggilan Satelit Penting di Era Modern?
Ada beberapa alasan mengapa konektivitas satelit menjadi semakin relevan dan penting saat ini:
- Cakupan Global Tanpa Batas: Jaringan seluler memiliki keterbatasan geografis. Banyak wilayah di dunia, termasuk pedesaan, pegunungan, hutan lebat, atau lautan luas, tidak memiliki jangkauan sinyal. Panggilan satelit menawarkan solusi untuk mengisi kekosongan ini.
- Komunikasi Darurat: Dalam situasi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau badai, infrastruktur jaringan seluler seringkali rusak. Komunikasi satelit dapat menjadi satu-satunya cara untuk memanggil bantuan atau menghubungi orang-orang terkasih, menjadikannya fitur penyelamat nyawa.
- Keamanan bagi Petualang dan Pekerja Lapangan: Bagi mereka yang sering beraktivitas di daerah terpencil, seperti pendaki gunung, pekerja tambang, atau peneliti, memiliki kemampuan komunikasi satelit memberikan lapisan keamanan tambahan. Mereka bisa melaporkan lokasi atau meminta pertolongan kapan saja diperlukan.
- Menjembatani Kesenjangan Digital: Di banyak negara berkembang, infrastruktur seluler belum merata. Teknologi satelit dapat membantu menyediakan akses komunikasi dasar, bahkan internet, bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.
Potensi Sukses dengan Setelit Mereka bagi perusahaan yang mampu menghadirkan solusi ini secara massal sangatlah besar, bukan hanya dari segi keuntungan finansial, tetapi juga dampak positif terhadap masyarakat global.
Pemain Kunci dalam Dunia Satelit dan Potensi Kemitraan
Beberapa perusahaan sudah lama beroperasi di bidang telekomunikasi satelit, sementara yang lain adalah pendatang baru yang membawa inovasi segar. Memahami para pemain ini penting untuk melihat gambaran besar tentang bagaimana Samsung S26 dan Panggilan Satelit: Mungkinkah? akan terbentuk.
Raksasa Satelit Tradisional
- Iridium: Salah satu pemain lama yang paling dikenal, mengoperasikan konstelasi satelit LEO (Low Earth Orbit) yang mencakup seluruh permukaan bumi. Mereka menyediakan layanan suara dan data untuk perangkat satelit khusus.
- Globalstar: Juga merupakan operator satelit LEO yang menyediakan layanan suara dan data. Globalstar menjadi terkenal baru-baru ini karena kemitraannya dengan Apple untuk fitur Emergency SOS via Satellite.
- Inmarsat: Fokus pada satelit GEO (Geostationary Earth Orbit), menyediakan layanan komunikasi untuk kapal, pesawat terbang, dan daerah terpencil dengan cakupan yang luas.
Pendatang Baru dan Inovator
- Starlink (SpaceX): Proyek ambisius Elon Musk yang membangun konstelasi ribuan satelit LEO untuk menyediakan internet broadband berkecepatan tinggi ke seluruh dunia. Mereka juga mulai menjajaki konektivitas langsung ke ponsel.
- Amazon Kuiper: Kompetitor Starlink dari Amazon yang juga bertujuan untuk menyediakan internet satelit global dengan konstelasi LEO mereka sendiri.
- Lynk Global, AST SpaceMobile: Perusahaan-perusahaan ini secara spesifik berfokus pada teknologi ‘cell towers in space’, yang memungkinkan ponsel standar untuk terhubung langsung ke satelit tanpa memerlukan perangkat keras khusus.
Kemitraan antara produsen smartphone seperti Samsung dengan salah satu dari penyedia satelit ini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan fitur panggilan satelit di perangkat genggam. Sukses dengan Setelit Mereka tidak hanya bergantung pada kemampuan Samsung, tetapi juga pada sinergi yang kuat dengan penyedia infrastruktur satelit.
Teknologi di Balik Konektivitas Satelit ke Ponsel
Mengintegrasikan konektivitas satelit ke dalam ponsel yang ringkas bukanlah tugas yang mudah. Ini melibatkan beberapa inovasi teknologi yang signifikan.
Bagaimana Ponsel Berbicara dengan Satelit?
Secara sederhana, ponsel perlu mengirimkan sinyal ke satelit yang mengorbit di atas bumi, dan satelit tersebut kemudian meneruskan sinyal ke stasiun bumi (gateway) yang terhubung ke jaringan telekomunikasi standar. Proses ini memerlukan:
- Antena Khusus: Ponsel biasa memiliki antena kecil yang dirancang untuk berkomunikasi dengan menara seluler terdekat. Untuk berkomunikasi dengan satelit yang jauh, dibutuhkan antena yang lebih canggih, meskipun para insinyur bekerja keras untuk membuatnya seringkas mungkin.
- Chipset Modifikasi: Chipset modem di dalam ponsel perlu mampu memproses sinyal satelit, yang frekuensi dan protokolnya berbeda dari sinyal seluler biasa.
- Perangkat Lunak Cerdas: Ponsel harus mampu mengidentifikasi dan melacak satelit yang sedang melintas di atasnya untuk menjaga koneksi yang stabil. Ini melibatkan algoritma kompleks dan integrasi sistem yang canggih.
Jenis Orbit Satelit yang Digunakan
- Satelit LEO (Low Earth Orbit): Mengorbit pada ketinggian rendah (sekitar 500-2000 km). Satelit LEO bergerak sangat cepat dan membutuhkan banyak satelit untuk menyediakan cakupan konstan di satu area. Keuntungannya adalah latensi (penundaan) yang rendah, menjadikannya ideal untuk komunikasi suara dan data real-time. Starlink dan Iridium menggunakan satelit LEO.
- Satelit GEO (Geostationary Earth Orbit): Mengorbit pada ketinggian sangat tinggi (sekitar 36.000 km) dan tetap berada di atas titik yang sama di ekuator. Ini berarti hanya dibutuhkan beberapa satelit untuk cakupan yang luas, tetapi latensinya jauh lebih tinggi karena jarak sinyal yang harus ditempuh.
Untuk panggilan satelit interaktif dari ponsel, satelit LEO adalah pilihan yang lebih masuk akal karena latensinya yang rendah dan bandwidth yang lebih baik untuk perangkat genggam. Ini adalah area di mana banyak inovasi sedang terjadi, memungkinkan Panggilan Satelit: Mungkinkah? menjadi fitur yang fungsional di perangkat sehari-hari.
Samsung S26 dan Panggilan Satelit: Mungkinkah Jadi Kenyataan?
Rumor tentang fitur panggilan satelit di smartphone sudah beredar luas, terutama setelah Apple mengumumkan Emergency SOS via Satellite untuk iPhone 14. Kini, mata dunia teknologi tertuju pada pesaing utama, termasuk Samsung, untuk melihat bagaimana mereka akan merespons. Apakah Samsung S26 dan Panggilan Satelit: Mungkinkah? menjadi kombinasi yang akan memimpin pasar?
Langkah Awal Samsung dan Potensi Kemitraan
Samsung telah menunjukkan minat yang jelas pada teknologi konektivitas satelit. Pada awal tahun 2023, Samsung mengumumkan bahwa modem Exynos 5300 mereka sudah mendukung komunikasi dua arah via satelit. Ini adalah langkah besar, karena chipset adalah jantung dari kemampuan konektivitas ponsel. Modem ini dirancang untuk beroperasi dengan satelit LEO, mirip dengan teknologi yang digunakan oleh Globalstar dan Starlink.
Kemitraan strategis akan menjadi sangat penting. Sama seperti Apple bermitra dengan Globalstar, Samsung kemungkinan besar akan mencari mitra penyedia satelit yang memiliki infrastruktur dan jangkauan global yang kuat. Kandidat potensial termasuk Iridium, Globalstar (jika tidak ada eksklusivitas dengan Apple), atau bahkan pemain baru seperti Lynk Global atau AST SpaceMobile yang memang berfokus pada konektivitas langsung ke ponsel standar. Adanya modem Exynos yang siap adalah sinyal kuat bahwa Sukses dengan Setelit Mereka dalam hal konektivitas satelit adalah target serius bagi Samsung.
Tantangan yang Harus Diatasi Samsung
Meskipun ada banyak potensi, Samsung juga akan menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan fitur ini pada seri Samsung S26:
- Ukuran dan Desain Antena: Mengintegrasikan antena satelit tanpa mengorbankan desain ramping dan elegan yang menjadi ciri khas Samsung adalah tantangan teknik yang besar.
- Konsumsi Daya: Mencari dan mempertahankan koneksi satelit membutuhkan daya yang signifikan. Samsung perlu memastikan bahwa baterai ponsel dapat bertahan dengan fitur ini tanpa menguras daya secara berlebihan.
- Biaya: Komponen satelit dan biaya berlangganan layanan satelit bisa jadi mahal. Samsung perlu menemukan model bisnis yang tepat agar fitur ini terjangkau bagi konsumen massal.
- Regulasi: Penggunaan spektrum frekuensi satelit diatur ketat oleh pemerintah di seluruh dunia, dan Samsung perlu menavigasi kompleksitas regulasi ini.
Namun, jika Samsung berhasil mengatasi tantangan ini, seri Samsung S26 bisa menjadi pelopor yang menarik perhatian global, membuat pertanyaan “Panggilan Satelit: Mungkinkah?” menjadi “Panggilan Satelit: Sudah Ada!”.
Manfaat Potensial Samsung S26 dengan Panggilan Satelit
Jika Samsung S26 benar-benar datang dengan kemampuan panggilan satelit, manfaatnya akan sangat besar, tidak hanya bagi pengguna tetapi juga bagi posisi Samsung di pasar smartphone global.
Keamanan dan Ketenteraman Pikiran
Ini mungkin manfaat yang paling langsung dan paling dihargai. Pengguna akan merasa lebih aman mengetahui bahwa mereka selalu dapat berkomunikasi dalam keadaan darurat, terlepas dari lokasi mereka. Baik itu kecelakaan di daerah terpencil, tersesat saat mendaki, atau terjebak dalam bencana alam, kemampuan untuk menghubungi layanan darurat atau orang terkasih akan menjadi fitur yang tak ternilai harganya.
Cakupan Komunikasi Global
Fitur ini akan membuka peluang komunikasi di area-area yang sebelumnya tidak dapat diakses. Ini bermanfaat bagi para pelancong, pekerja di lokasi terpencil, dan siapa saja yang membutuhkan konektivitas tanpa henti. Bayangkan pengusaha yang dapat tetap terhubung saat melakukan perjalanan antarbenua tanpa harus khawatir tentang jangkauan jaringan. Ini adalah sebuah revolusi dalam hal konektivitas global.
Inovasi dan Keunggulan Kompetitif
Menjadi salah satu produsen pertama yang mengintegrasikan panggilan satelit secara penuh dalam smartphone massal akan memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan bagi Samsung. Ini akan menunjukkan kepemimpinan inovasi dan kemampuan mereka untuk mendorong batas-batas teknologi seluler. Ini akan menjadi bukti nyata bahwa Sukses dengan Setelit Mereka bukan hanya sekadar slogan, melainkan sebuah pencapaian nyata.
Meskipun Apple telah lebih dulu dengan Emergency SOS, kemampuan Samsung untuk menyediakan komunikasi dua arah yang lebih luas (panggilan dan pesan) melalui satelit bisa menjadi pembeda utama.
Fitur ini juga dapat membuka jalan bagi aplikasi baru dan layanan inovatif yang memanfaatkan konektivitas satelit, memperluas ekosistem Samsung lebih jauh.
Perbandingan dengan Solusi Satelit Lain: Mengapa Samsung S26 Bisa Berbeda
Meskipun Apple iPhone 14 telah meluncurkan fitur darurat satelit, ada perbedaan penting yang bisa membuat pendekatan Samsung lebih menarik dan revolusioner, jika Samsung S26 benar-benar mengintegrasikan fitur ini secara penuh.
Apple Emergency SOS via Satellite
Fitur ini, meskipun inovatif, saat ini terbatas pada pesan teks darurat satu arah (atau dua arah dengan balasan otomatis) dan berbagi lokasi, serta hanya tersedia di beberapa negara. Pengguna tidak bisa melakukan panggilan suara atau mengirim pesan teks biasa melalui satelit. Ini adalah fitur penyelamat hidup yang luar biasa, tetapi bukan pengganti komunikasi seluler sehari-hari.
Huawei Mate 50 Series
Huawei juga telah mengintegrasikan fitur pesan satelit darurat di beberapa perangkatnya, menggunakan sistem satelit BeiDou milik Tiongkok. Mirip dengan Apple, fitur ini sebagian besar terbatas pada pengiriman pesan singkat satu arah dalam situasi darurat.
Visi Samsung S26 yang Lebih Luas
Jika Samsung menggunakan modem Exynos 5300 yang mendukung komunikasi dua arah secara penuh, itu berarti Samsung S26 berpotensi menawarkan panggilan suara dan pesan teks reguler melalui satelit, bukan hanya pesan darurat. Ini akan menjadi perbedaan besar dan membawa fitur panggilan satelit lebih dekat ke penggunaan sehari-hari, mirip dengan bagaimana kita menggunakan jaringan seluler. Tujuan Samsung kemungkinan adalah untuk menjadikan konektivitas satelit sebagai perpanjangan dari jaringan seluler, bukan hanya fitur darurat sekali pakai.
Dengan potensi ini, Samsung S26 dan Panggilan Satelit: Mungkinkah? berubah menjadi “kapan dan seberapa canggih?”. Ini menunjukkan ambisi Samsung untuk mencapai Sukses dengan Setelit Mereka dengan solusi yang lebih komprehensif.
Masa Depan Konektivitas Satelit ke Ponsel: Tren dan Prediksi
Industri telekomunikasi terus bergerak maju, dan konektivitas satelit ke ponsel adalah salah satu tren paling menarik yang akan membentuk masa depan. Apa yang bisa kita harapkan?
Demokratisasi Akses
Seiring dengan semakin murahnya peluncuran satelit dan produksi komponen, biaya untuk mengintegrasikan fitur satelit ke ponsel akan menurun. Ini akan membuat teknologi ini lebih mudah diakses oleh lebih banyak orang, tidak hanya di ponsel premium tetapi juga di segmen menengah.
Integrasi Lebih Dalam
Di masa depan, ponsel mungkin akan secara otomatis beralih antara jaringan seluler dan satelit, memberikan pengalaman konektivitas yang mulus dan tanpa putus. Pengguna bahkan tidak akan menyadari bahwa ponsel mereka sedang berkomunikasi melalui satelit. Ini akan menjadi bentuk evolusi sejati bagi Panggilan Satelit: Mungkinkah? menjadi fitur standar.
Layanan Data dan Internet Satelit
Selain panggilan suara dan pesan, kita juga bisa melihat kemampuan internet satelit langsung ke ponsel untuk keperluan umum (bukan hanya darurat) yang semakin berkembang. Proyek-proyek seperti Starlink dan Amazon Kuiper adalah contoh bagaimana internet satelit berkecepatan tinggi dapat menjangkau perangkat genggam.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Konektivitas satelit yang meluas akan memiliki dampak besar pada ekonomi dan sosial. Daerah terpencil akan mendapatkan akses ke informasi dan layanan yang sebelumnya tidak terjangkau, memfasilitasi pendidikan jarak jauh, telemedisin, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Ini adalah bagian dari visi Sukses dengan Setelit Mereka secara global.
E-E-A-T: Mengapa Kredibilitas Penting dalam Inovasi Satelit
Dalam membahas teknologi canggih seperti ini, prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authority, Trustworthiness) menjadi sangat penting. Pengguna perlu percaya bahwa informasi yang diberikan akurat dan berasal dari sumber yang berpengetahuan.
- Experience (Pengalaman): Pembuat artikel harus menunjukkan pemahaman mendalam tentang sejarah dan perkembangan teknologi satelit, bukan hanya mengulang rumor.
- Expertise (Keahlian): Menjelaskan konsep teknis seperti orbit LEO, chipset modem, dan tantangan regulasi dengan cara yang mudah dipahami menunjukkan keahlian.
- Authority (Otoritas): Menjelaskan peran pemain kunci seperti Iridium, Globalstar, dan Starlink, serta referensi terhadap pengumuman resmi dari Samsung atau produsen chipset, membangun otoritas.
- Trustworthiness (Kepercayaan): Menyajikan pandangan yang seimbang antara potensi dan tantangan, serta menghindari klaim yang terlalu bombastis, akan membangun kepercayaan pembaca.
Kredibilitas adalah kunci ketika membahas inovasi yang berpotensi mengubah industri. Samsung S26 dan Panggilan Satelit: Mungkinkah? memerlukan analisis yang cermat dan berimbang.
Panggilan Satelit: Sebuah Keharusan atau Kemewahan?
Pertanyaan ini akan terus menjadi topik diskusi seiring perkembangan teknologi. Apakah panggilan satelit akan menjadi fitur standar yang diharapkan semua orang, atau tetap menjadi fitur premium untuk pasar niche?
Argumen untuk Keharusan
Dengan meningkatnya kesadaran akan keamanan pribadi dan kebutuhan untuk tetap terhubung dalam situasi darurat, banyak yang akan melihat panggilan satelit sebagai fitur yang “harus dimiliki”. Terutama bagi mereka yang sering bepergian, hidup di daerah terpencil, atau sekadar menginginkan ketenangan pikiran, fitur ini bisa menjadi penentu pilihan ponsel mereka.
Argumen untuk Kemewahan
Di sisi lain, jika biaya integrasi dan layanan tetap tinggi, panggilan satelit mungkin akan tetap menjadi fitur premium yang hanya tersedia di ponsel flagship atau dengan biaya berlangganan tambahan. Bagi pengguna perkotaan yang selalu berada dalam jangkauan jaringan seluler, fitur ini mungkin terlihat sebagai kemewahan yang tidak terlalu diperlukan. Namun, seiring waktu, teknologi cenderung menjadi lebih terjangkau, dan Sukses dengan Setelit Mereka akan tergantung pada kemampuan untuk membuatnya masal.
Integrasi yang cerdas dari Samsung, misalnya, dengan menggabungkan kemampuan satelit ke dalam ekosistem layanan yang sudah ada, dapat mengubah pandangan ini. Ini bukan hanya tentang panggilan darurat, tetapi tentang memperluas jangkauan komunikasi secara fundamental. Untuk informasi lebih lanjut mengenai teknologi satelit yang berkembang, Anda bisa mengunjungi situs resmi agensi luar angkasa seperti NASA.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Panggilan Satelit dan Samsung S26
Apakah semua ponsel Samsung akan memiliki fitur panggilan satelit?
Sejauh ini, fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan rumor. Jika diimplementasikan, kemungkinan besar akan dimulai pada seri flagship premium seperti Samsung S26 atau model Ultra, sebelum mungkin menyebar ke model lain di masa depan jika teknologi menjadi lebih terjangkau dan permintaan tinggi.
Seberapa cepat sinyal satelit dibandingkan sinyal seluler?
Sinyal satelit LEO modern menawarkan latensi yang cukup rendah untuk panggilan suara dan pesan, kadang-kadang sebanding dengan sinyal seluler di area yang padat. Namun, kecepatan data untuk internet satelit langsung ke ponsel mungkin belum secepat 5G, tetapi cukup baik untuk kebutuhan dasar dan darurat.
Apakah saya perlu berlangganan terpisah untuk layanan panggilan satelit?
Sangat mungkin. Seperti layanan satelit lainnya, kemungkinan akan ada biaya berlangganan bulanan atau paket prabayar untuk menggunakan fitur panggilan satelit. Samsung atau mitranya perlu mengumumkan model penetapan harga mereka.
Bisakah saya menggunakan fitur ini di mana saja di dunia?
Tergantung pada jangkauan satelit mitra Samsung. Jika bermitra dengan penyedia yang memiliki cakupan global seperti Iridium atau Globalstar, maka kemungkinan besar Anda bisa menggunakannya di sebagian besar tempat. Namun, regulasi lokal juga dapat membatasi penggunaan di beberapa wilayah.
Apa perbedaan antara panggilan satelit Samsung dan Apple Emergency SOS?
Apple Emergency SOS sebagian besar terbatas pada pengiriman pesan teks darurat satu arah (atau dua arah dengan balasan otomatis) dan berbagi lokasi. Jika Samsung S26 mengimplementasikan panggilan satelit, diharapkan akan mendukung komunikasi dua arah yang lebih luas, termasuk panggilan suara dan pesan teks biasa, menjadikannya fitur yang lebih komprehensif.
Apakah fitur ini akan menguras baterai ponsel dengan cepat?
Koneksi satelit memang membutuhkan lebih banyak daya daripada koneksi seluler biasa karena perlu menjangkau jarak yang lebih jauh. Para insinyur bekerja keras untuk mengoptimalkan efisiensi daya, tetapi kemungkinan akan ada dampak pada masa pakai baterai jika digunakan secara ekstensif.
Kesimpulan: Masa Depan yang Cerah untuk Samsung dan Komunikasi Satelit
Tidak ada keraguan bahwa konektivitas satelit untuk perangkat genggam adalah salah satu inovasi paling transformatif di abad ini. Ini menjanjikan dunia di mana tidak ada lagi “zona mati” komunikasi, sebuah era baru untuk keamanan pribadi, eksplorasi, dan inklusi digital.
Pertanyaan “Samsung S26 dan Panggilan Satelit: Mungkinkah?” semakin mengarah ke jawaban “sangat mungkin, dan mungkin segera.” Dengan pengumuman modem Exynos yang siap satelit, Samsung telah menunjukkan komitmen serius untuk mengintegrasikan teknologi ini. Jika mereka berhasil mengatasi tantangan teknis dan regulasi, seri Samsung S26 berpotensi menjadi salah satu ponsel pertama yang secara massal menawarkan komunikasi satelit dua arah penuh, membawa Sukses dengan Setelit Mereka ke tingkat yang baru.
Ini bukan hanya tentang panggilan telepon dari tempat terpencil. Ini tentang memperluas cakupan komunikasi hingga ke sudut-sudut bumi yang paling terpencil, memberikan ketenangan pikiran dalam situasi darurat, dan secara fundamental mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Masa depan komunikasi global tampak cerah, dan Samsung siap untuk memainkan peran kunci di dalamnya.
Ditunggu saja, mungkin dalam waktu dekat, smartphone Anda akan menjadi jembatan antara Anda dan bintang-bintang.
